Materi Singkat Ruang Lingkup Biologi (Kelas 10) - AnakSMA

Materi Singkat Ruang Lingkup Biologi (Kelas 10)

mind map sederhana ruang lingkup biologi. Artikel ini membahas ruang lingkup biologi meliputi pengertian, objek kajian, permasalahan cabang ilmu, manfaat dan bahaya perkembangan ilmu biologi.

Ruang lingkup biologi merupakan materi SMA yang masuk dalam kelas 10 semester 1, baik itu dalam kurikulum KTSP maupun kurikulum 2013.

Hal ini karena ruang lingkup biologi meliputi cover dan isi dari ilmu biologi itu sendiri, mulai dari fenomena hingga permasalahan dan cara mencari titik pembenaran.


Sederhananya jika kita membahas materi ini, maka kita akan mereview isi dan apa yang akan dipelajari kedepannya.

Artikel ini akan menjabarkan dengan singkat dan lengkap seputar materi ruang lingkup biologi yang akan sahabat Anaksma.web.id terima ketika duduk di bangku kelas X.

Pada artikel ini, penjelasan ruang lingkup biologi meliputi pengertian atau definisi biologi, memahami konsep dan ciri biologi sebagai ilmu pengetahuan, objek kajian biologi, permasalahan biologi, cabang ilmu biologi, serta manfaat dan kekurangan atau bahaya mempejari biologi.

Pengertian Biologi dan Ruang Lingkupnya

Mendengar kata biologi mungkin tidak asing lagi bagi sahabat Anaksma mengingat bahwa mata pelajaran IPA ketika di SMP sudah mencakup materi-materi biologi. Namun kali ini penjelasan akan sedikit spesifik supaya sahabat Anaksma dapat dengan jelas memahami arti dari biologi.

Secara epitimologis atau bahasa (dalam bahasa Yunani), "biologi" berasal dari dua kata, yaitu "bios" yang berarti "hidup" dan "logos" yang berarti "pengetahuan". Berdasarkan dua kata yang penyusun tersebut dapat diartikan bahwa "biologi adalah Ilmu yang merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup dan kehidupannya ini".

Penjelasan tersebut sangat fundamental untuk menggambarkan "apa sih biologi itu?", "ruang lingkup biologi itu meliputi apa saja, sih?", maupun "kenapa sih belajar biologi?"

Lebih jelasnya, biologi adalah ilmu yang mengkaji segala sesuatu tentang segala fenomena kehidupan. Artinya, ruang lingkup biologi tidak hanya mempelajari tentang makhluk hidup, namun juga benda mati yang berhubungan dengan makhluk hidup seperti air, tanah, udara, dan lain-lain.

Kita (Manusia) sebagai makhuk hidup yang selalu bergantung dengan makhluk hidup lain serta saling mempengaruhi, tentunya sangat penting untuk mempelajari segala sesuatu yang hidup di dunia ini mulai dari tingkatan sel hingga biosfer.

Oleh karena itu, biologi sangat krusial untuk dipelajari oleh Kita sebagai manusia.

Perlu digarisbawahi bahwa biologi "mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup dan kehidupannya ini" secara fundamental.

Hal ini berarti biologi secara eksplisit mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan tingkat organisasi kehidupan mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar dengan urutan mulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma dan terakhir adalah biosfer.

Mengingat begitu luasnya ruang lingkup biologi, maka objek kajiannya pun cukup banyak. Objeka kajian biologi sendiri tidak hanya makhluk hidup saja, namun juga metode terhadap cara mempelajari makhluk hidup itu, hingga hubungan-hubungan antar makhluk hidup.

Sebagai contoh seorang ahli biologi ingin meneliti "vaksin" yang akan dimanfaatkan oleh manusia, dalam biologi sendiri terdapat metode kajiannya yang harus melindungi setiap objek kajian.

Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup biologi meluputi seluruh unsur atau makhluk hidup yang ada di dunia ini, mulai dari 'deskripsi' terhadap makhluk tersebut hingga metode untuk mempelajari suatu makhluk hidup.

Konsep dan Ciri Biologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Setelah memahami defisini biologi dan ruang lingkup biologi secara fundamental, ada hal lain yang perlu digarisbawahi, yaitu biologi adalah suatu ilmu pengetahuan.

Kilas sejarah menjabarkan bahwa ilmu pengetahuan adalah pemikiran manusia yang disusun secara sistematis sehingga dapat diterima oleh banyak orang.

Biologi sebagai ilmu pengetahuan juga harus mendapatkan sesuatu yang spesial dalam pengkajiannya sehingga dapat diterima oleh banyak orang. Oleh sebab itu biologi harus memuat sifat dan ciri ilmu pengetahuan.

Konsep biologi sebagai ilmu pengetahuan bahwa kajiannya haruslah bersifat logis, sistematis, dan empiris agar dapat diterima oleh banyak orang. Selain itu tidak tertutup untuk menerima perubahan apabila terjadi perbaikan kajian dalam biologi.

Sedangkan, ciri biologi sebagai ilmu pengetahuan itu sendiri meliputi memiliki objek, memiliki metode, sistematis, universal, obektif, analitis, dan verifikatif.

Untuk lebih jelasnya berikut ciri biologi sebagai ilmu dan penjelasannya.

  1. memiliki objek, artinya setiap ilmu pengetahuan harus memiliki objek kajian. pada penjelasan pengertian dan ruang lingkup biologi diketahui bahwa objek kajian biologi meliputi makhluk hidup.
  2. Memiliki metode, artinya setiap ilmu pengetahuan tidak sembarangan dibuat, harus dengan cara khusus sehingga kajiannya dapat diterima oleh semua orang. Metode tersebut bisa dilakukan dengan pembuktian melalui eksperimen, obsevasi, dan lain-lain. Biologi sebagai ilmu harus memiliki metode agar kajiannya dapat diterima oleh banyak orang. Seperti adanya penjelasan bahwa manusia merupakan makhluk omnivora karena memakan daging maupun tumbuhan.
  3. Sistematis, artinya setiap ilmu harus dibahas secara berurutan, tidak boleh membahas ilmu dari yang tersulit ke yang mudah. Begitu juga dalam biologi yang mengharuskan untuk mempelajari materi yang fundamental baru ke materi yang kompleks. Seperti sekarang sahabat Anaksma sedang mempelajari ruang lingkup biologi yang menjelaskan seluk beluk ilmu biologi.
  4. Universal, artinya ilmu pengetahuan harusnya dapat diterima oleh semua orang (umum). Kajian dalam ilmu biologi haruslah dapat diterima oleh semua orang, seabagi contoh materi tentang virus. Sampai saat ini dijelaskan bahwa terdapat empat bentuk virus yang berbeda-beda, yaitu bentuk T, polihidris (kristal), batang, dan bola. Pernyataan tersebut akan terus berlaku, hingga ditermukan virus terbaru dengan bentuk yang berbeda.
  5. Objektif, artinya ilmu pengetahuan harus menggambarkan sebenar-benarnya sesuatu yang dipelajari, tidak boleh ada kesenjangan atau kepentingan pribadi (biasanya penanaman dogma). Dalam biologi sendiri ilmu yang dikaji harus benar-benar jujur, menggambarkan apa adanya hal yang dipelajari.
  6. analitis, artinya harus dilakukan penyelidikan atau pembenaran untuk menjelaskan suatu kajian dalam ilmu pengetahuan, termasuk dalam biologi. Analitis dalam biologi itu sendiri berarti diperlukan penjabaran jelas pada setap kajian.
  7. Verifikatif, artinya ilmu pengetahuan harus diuji kebenarannya. Begitu pula dalam biologi bahwa setiap kajian harus diverifikasi untuk mencapai kebenaran.

Objek Kajian dan Permasalahan Biologi

Objek kajian biologi memiliki dua sudut pandang, yaitu secara fundamental dan secara kompleks.

Objek kajian biologi secara fundamental meliputi segala persoalan tentang makhluk hidup. Untuk mempermudah pembelajaran biologi dibentuklah kelas-kelas pembahasan.

Kelas pembahasan makhluk hidup sendiri diklasifikasikan dalam salah satu objek kajian biologi yaitu “ilmu taksonomi”.

Secara garis besar seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini diklasifikan dalam enam (6) jenis yang disebut dengan kingdom (kerajaan) yang dipilih dan dipilah berdasarkan persamaan yang ada.

Namun pada awalnya makhluk hidup hanya diklasifikasikan menjadi 3 kingdom atau kerajaan saja. 3 yaitu

  1. Plantae (tumbuhan),
  2. Animalia (hewan), dan
  3. Protista (organisme bersel satu atau peralihan antara tumbuhan dengan hewan).

Kemudian Withaker (seorang ekolog tanaman berkebangsaan Amerika Serikat) mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 kingdom atau kerajaan yaitu :

  1. Plantae (tanaman),
  2. Animalia (hewan),
  3. Protista (organisme bersel satu),
  4. Monera (organisme bersel satu yang belum mempunyai selaput inti sel), dan
  5. fungi (jamur).

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelompokan objek kajian biologi secara fundamental saat ini terbagi menjadi 6 kingdom (kerajaan) yaitu :

  1. Plantae (tanaman),
  2. Animalia (hewan),
  3. Protista (organisme bersel satu),
  4. fungi (jamur),
  5. Eubacteria, dan
  6. Archaebacteria.

Perlu sahabat Anaksma ketahui bahwa enam (6) kingdom makhluk hidup yang dipelajari dalam biologi memiliki cakupan objek kajian yang sangat luas.

Objek dan permasalahan biologi tidak hanya mencakup sifat-sifat makhluk hidup, namun juga hubungan yang terjadi oleh makhluk hidup itu sendiri, termasuk zat yang ada dalam makhluk hidup dan faktor eksternal yang mempengaruhi kehidupannya.

Oleh sebab itu objek kajian biologi dapat dijabarkan lebih kompleks lagi meliputi organisasi kehidupan yang ada di dunia ini. Objek kajian biologi tidak semata-mata terpaku pada visualisasi enam (6) kingdom makhluk hidup saja, namun juga tentang faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kehidupan serta fenomena-fenomena kehidupan lainnya.

Adapula objek kajian biologi secara kompleks memuat sebelas (11) organisasi kehidupan dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme (individu), populasi, komunitas, ekosistem, bioma, hingga biosfer.

Sebelas (11) organisasi kehidupan tersebut sebagai objek kajian biologi disusun secara tersetruktur dari yang terkecil hingga yang terbesar. Untuk lebih jelasnya berikut organisasi makhluk hidup sebagai objek kajian biologi dari terkecil hingga terbesar.

  1. Molekul
  2. Molekul adalah organisasi makhluk hidup yang paling kecil dan merupakan unsur dasar penyusun kehidupan. Molekul memiliki hubungan terhadap organisasi makhluk hidup lainnya. Contoh organisasi makhluk hidup tingkat molekul adalah asam nukleat yang terdapat dalam tubuh berupa DNA/RNA. Perbedaan DNA/RNA akan mempengaruhi sifat fisik suatu makhluk hidup.
  3. Sel
  4. Sel adalah suatu satuan (unit) kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Sel sebagai organisasi makhluk hidup tersusun oleh molekul-molekul yang saling berkaitan. Contoh sel yaitu sel darah merah dan sel darah putih.
  5. Jaringan
  6. Jaringan adalah kelompok organisasi kehidupan yang tersusun dari kumpulan sel yang sejenis. Jaringan pada umumnya memiliki bentuk dan fungsi yang sama pada makhluk hidup multiseluler. Contohnya yaitu pada hewan yang memiliki jaringan epitel (pelindung), jaringan otot (penggerak), jaringan tulang (rangka), dan lain-lain. Serta tumbuhan yang memiliki jaringan epidermis (pelindung), jaringan pengangkut (penggerak), jaringan meristem (pertumbuhan dan rangka), dan lain-lain.
  7. Organ
  8. Organ adalah organisasi makhluk hidup yang tersusun oleh kelompok jaringan dan bekerja menjalankan fungsi tertentu. Contoh dari organ berupa usus halus yang berfungsi mencerna makanan, lambung yang berfungsi untuk menampung sementara makanan, paru-paru yang memiliki fungsi sebagai alat respirasi, dan lain-lain.
  9. Sistem organ
  10. Sistem organ adalah struktur organisasi makhluk hidup yang terdiri dari gabungan organ-organ yang bekerja sama untuk membentuk suatu sistem dalam makhluk hidup. Contoh dari sistem organ yaitu sistem pernafasan manusia yang tersusun atas rongga hidung, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.
  11. Individu (Organisme)
  12. Organisme adalah tingkatan organisasi kehidupan yang tersusun oleh sistem-sistem organ yang saling bekerja sama membentuk kehidupan. Organisme juga seringkali disebut individu yang artinya suatu makhluk hidup tunggal. Contoh dari organisme atau individu berupa
    • seorang manusia,
    • seekor kucing,
    • seekor serigala,
    • dan lain-lain.
  13. Populasi
  14. Populasi adalah tingkat organisasi yang terdiri atas sekumpulan individu “sejenis” yang menempati suatu daerah tertentu. Contoh dari populasi yaitu:
    • Populasi kucing di pulau Jawa,
    • Populasi harimau di pulau Sumatra,
    • Populasi kecoa di kamar Andi,
    • Populasi elang di Indonesia,
    • dan lain-lain.
  15. Komunitas
  16. Komunitas adalah tingkatan organisasi makhluk hidup yang tersusun oleh populasi atau individu yang hidup di suatu daerah tertentu dan tidak saling mempengaruhi. Contoh dari komunitas dalam organisasi kehidupan biologi adalah
    • Komunitas kolam yang terdiri dari populasi ikan dan populasi katak;
    • Komunitas ladang yang terdiri dari populasi tanaman dan populasi kucing;
    • dan komunitas lainnya.
  17. Ekosistem
  18. Ekosistem adalah organisasi makhluk hidup yang yang tersusun oleh benda hidup dan benda mati dalam satu kesatuan tempat hidup yang saling memiliki hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi. Contoh dari ekosistem yaitu:
    • Ekosistem sawah, yang terdiri dari air, tanah, padi, tikus, ular, elang;
    • Ekosistem sungai terdiri dari air, teratai, kangkung air, ikan, katak, ular air, dan lain-lain;
    • Ekosistem hutan yang terdiri dari tanah, bebatuan, hujan, angin, pohon, serangga, macan, harimau, lintah, gajah, dan lain-lain;
    • Ekosistem laut yang terdiri dari air laut, batu karang, angin, ikan, udang, kepiting, plankton, dll;
    • dan lain-lain.
  19. Bioma
  20. Bioma merupakan organisasi makhluk hidup yang cukup luas dan beragam yang menempati suatu kesatuan tempat hidup. Bioma hampir mirip dengan ekosistem, namun dalam bioma terdapat populasi atau komunitas makhluk hidup atau mati yang mendominasi wilayah tersebut. Contohnya dari bioma yaitu:
    • Bioma gurun,
    • bioma taiga,
    • bioma hutan hujan tropis,
    • bioma tundra,
    • dan lain-lain.
  21. Biosfer
  22. Biosfer (lapisan kehidupan) adalah tingkatan organisasi makhluk hidup yang paling tinggi. Biosfer atau basa juga disebut ekosfer mencakup seluruh benda yang ada pada bumi, baik itu benda mati hingga makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Cabang-cabang ilmu biologi

Berdasarkan penjelasan mengenai objek kajian dan permasalahan biologi dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup biologi sangat lah luas. Oleh sebab itu biologi sebagai ilmu pengetahuan mampu mengurai kajiannya menjadi cabang-cabang ilmu biologi yang lebih spesifik.

Cabang ilmu tersebut sejalan dengan kaidah biologi, namun memiliki spesifikasi profesi yang berbeda-beda.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh 20 cabang-cabang ilmu biologi beserta objek kajian yang dipelajari:

  1. Anatomi : cabang ilmu biologi yang mempelajari struktur tubuh bagian dalam;
  2. Morfologi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh bagian luar makhluk hidup (termasuk cabang ilmu biologi tentang klasifikasi aneka bentuk binatang);
  3. Botani : ilmu yang mempelajari seputar tumbuhan;
  4. Soologi : cabang ilmu yang mempelajari seputar hewan;
  5. Ekologi : ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya;
  6. Etologi : ilmu yang mempelajari tingkah laku hewan pada saat kawin;
  7. Genetika : ilmu yang mempelajari keturunan genetik tau sifat;
  8. Fisiologi : ilmu yang mempelajari proses yang terjadi pada makhluk hidup;
  9. Evolusi : cabang ilmu yang mempelajari perkembangan struktur tubuh makhluk hidup secara sederhana sehingga memunculkan spesies baru;
  10. Histologi : ilmu yang mempelajari jaringan;
  11. Mikologi : cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur;
  12. Virologi : cabang ilmu yang mempelajari tentang virus;
  13. Sitologi : ilmu yang mempelajari sel;
  14. Bioteknologi : cabang ilmu yang mempelajari penerapan teknik biologi dalam kehidupan (mengubah bahan yang kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat) dan masih banyak cabang biologi yang lainnya;
  15. Biokimia: cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang makhluk hidup secara kimiawi
  16. Biofisika: cabang ilmu biologi yang mempelajari aplikasi berbagai teknologi dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi;
  17. Biogeografi: cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan dimensi ruang dan waktu;
  18. Biomatematika: ilmu biologi yang mempelajari pendekatan ilmiah proses biologis dengan penekanan pada pemodelan secara matematis;
  19. Biomekanika: ilmu yang mempelajari tentang penerapan prinsip mekanika untuk berbagai sistem biologis;
  20. Bionik: ilmu biologi yang mempelajari penerapan fenomena biologi untuk menciptakan desain sistem rekayasa dan teknologi modern; dan lain-lain.

Sampai saat ini terdapat sekitar 200+ cabang ilmu biologi yang berbeda-beda dengan fokus kajian dan profesi pekerja yang berbeda pula.

Manfaat dan Bahaya Mempelajari Biologi

Sama halnya dengan pisau, biologi juga memiliki dua sisi, yaitu manfaat dan bahaya bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk biologi tidak mampu membendung kehendak manusia untuk terus mengkaji dunia dan isinya.

Meskipun begitu, sampai saat ini biologi masih mendominasi gelar “ilmu yang bermanfaat”. Selain itu dalam pembelajaran dan pengambangan ilmu biologi dibatasi dengan etika-etika penelitian tentang apa-apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan.

Banyak sekali manfaat biologi dalam kehidupan manusia, terutama pada bidang-bidang krusial seperti kesehatan, kedokteran, pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah manfaat dan bahaya biologi secara fundamental.

Manfaat Mempelajari Biologi

Pada dasarnya manfaat mempelajari biologi adalah memberikan pemahaman lebih mendalam kepada seorang individu sebagai dasar untuk meningkatkan pola pikir. Selain itu menfaat mempelajari biologi juga dapat menambah wawasan terhadap berbagai sumber daya hayati yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Biologi juga memiliki banyak manfaat dalam riset ilmiah yang mampu menghasil kan berbagai manfaat lainnya dalam segala bidang. Seorang yang mempelajari ilmu biologi akan bertindak lebih bijak dari orang yang tidak mempelajari ilmu biologi dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Contohnya, seorang yang memiliki pengetahuan mendalam di bidang bioteknologi dapat menjalankan suatu bisnis dengan menggunakan sumber daya hayati yang melimpah dan tidak pernah dilirik oleh orang awam.

Bahaya Mempelajari biologi

Selain bermanfaat, mendalami ilmu biologi juga memiliki bahaya yang terbilang mengerikan. Salah satu kerugian yang sering dilakukan dalam kegiatan penggunaan ilmu biologi saat ini adalah ketidak seimbangan ekosistem.

Misalnya, ilmu biologi dalam teknik rekayasa genetika dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang bermanfaat dalam bidang pertanian, namun jika disalah gunakan oleh orang jahat yang tidak bertanggung jawab, teknik rekayasa genetika yang dapat menciptakan bibit unggul justru malah bibit yang membahayakan bagi kehidupan.

Selain itu kerugian dari perkembangan ilmu biologi adalah pembuatan senjata biologis yang digunakan untuk kejahatan orang-orang jahat yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, virus HIV (Human Immuodeficiency Virus) yang dicemarkan di suatu wilayah sehingga menyebabkan penduduk sekitar menderita penyakit HIV atau AIDS.

Untuk menghindari penyelewengan atau penyalahgunaan hasil perkembangan ilmu biologi, diciptakanlah aturan yang disebut bioetika. Apa itu bioetika ? bioetika adalah penerapan etika dalam ilmu-ilmu biologis,obat,pemeliharaan kesehatran dan bidang terkait. Maksudnya para ilmuan harus melihat aturan etika baku dalam melakukan kajian biologi sehingga tidak terjadi penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi khusunya di bidang kajian biologi.

Jadi kesimulanya biologi memiliki banyak peranan bagi kehidupan manusia. Sebagai makhluk yang ketergantungan dengan alam, biologi adalah ilmu pokok yang wajib kita pelajari. Sehingga kita lebih bijak dalam menggunakan sumber daya hayati dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga dapat tercipta peradaban yang lebih baik.

Kesimpulan

Berikut adalah ringkasan materi ruang lingkup biologi yang dijelaskan cukup lengkap yang dipelajari ketika kelas X baik itu pada kurikulum 2013 maupun kurikulum KTSP.

Agar sahabat Anaksma dapat memahami materi tersebut bisa merangkum dan memahami, kemudian minta teman atau saudara untuk menguji pemahaman sahabat Anaksma menganai materi ruang lingkup biologi yang mencakup pengertian atau definisi, konsep dan ciri biologi sebagai ilmu pengetahuan, objek kajian, permasalahan, cabang ilmu, serta manfaat dan kekurangan mempejari biologi.

Share with your friends

Give us your opinion