Pengertian Sejarah Menurut berbagai Sudut Pandang (Para Ahli, Etimologi, Seni, Kisah, Peristiwa, dan Ilmu Pengetahuan) - AnakSMA

Monday, July 6, 2020

Pengertian Sejarah Menurut berbagai Sudut Pandang (Para Ahli, Etimologi, Seni, Kisah, Peristiwa, dan Ilmu Pengetahuan)

Berbicara mengenai masa lampau, sejarah sebagai ilmu memiliki pengertian yang luas baik secara etimologi maupun menurut pemikiran para ahli, seperti aristoteles, maupun herodotus. Oleh sebab itu kita harus mengetahui arti sejarah secara menyeluruh.

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Ruang lingkup sejarah dilatarbelakangi oleh pengertian sejarah memiliki arti cukup luas. Konsep mengenai pengertian sejarah saat ini, bisa ditinjau dari segi etimologi, peristiwa, kisah, seni, maupun ilmu.

A. Pengertian Sejarah Secara Etimologi

Pengertian sejarah secara etimologi memiliki arti yang sempit namun memiliki konsep yang beragam. Sejarah secara etimologi berasal dari istilah Arab, Inggris, dan Yunani Kuno.

Pengertian Sejarah secara etimologi dalam bahasa Inggris memiliki istilah history. Istilah history memiliki arti “masa lampau”. masa lampau disini ditekankan kepada masa lampau umat manusia.

Pengertian sejarah secara etimologi memiliki arti yang berbeda lagi jika ditinjau dalam bahasa Arab. Pengertian sejarah dalam bahasa Arab memiliki istilah sajaratun (syajaroh) .

sajaratun (syajaroh) memiliki arti “pohon dan keturunan”. Dimaksudkan pohon karena penggambaran silsilah kerajaan digunakan cara percabangan sehingga membentuk seperti pohon.

Pengertian sejarah memiliki arti yang berbeda pula jika ditinjau dari segi etimologi dalam bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani, pengertian sejarah memiliki istilah istoria. istoria memiliki arti “belajar”.

Lain lagi secara etimologi berdasarkan bahasa Jerman. Dala bahasa Jerman, Pengertian sejarah memiliki istilah geschichte yang artinya “sesuatu yang telah terjadi”.

Sesuatu yang telah terjadi tersebut merupakan peristiwa masa lampau yang berhubungan dengan kehidupan umat manusia.

Dari 4 pengertian sejarah secara etimologi diatas, dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa, kejadian yang terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.

Karena sejarah merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari setiap kejadian yang telah dialami manusia, sejarah memiliki rentang waktu yang begitu panjang. Oleh sebabnya rincian sejarah secara etimologi mencakup :

1. Masa lalu yang dilukis berdasarkan urutan waktu (kronologis);
2. Ada hubungan sebab akibat;
3. kebenarannya bersifat subjektif sebab masih perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mencari kebenaran yang hakiki;
4. peristiwa sejarah menyangkut masa lampau, masakini, dan masa yang akan datang.

B. Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Kosep mengenai pengertian sejarah tak berhenti sampai disitu saja, banyak dari kalangan ahli yang menyumbangkan pikiran mengenai pengertian sejarah. Pengertian sejarah menurut para ahli memiliki sudut pandang yang berbeda pula.

Diantara ahli yang menyumbangkan pikiran mengenai pengertian sejarah, ternyata beberapa dari mereka adalah orang Indonesia. Berikut adalah pengertian sejarah menurut para ahli.

1. Aristoteles

Beliau adalah filsuf asal Yunani. Menurut Aristoteles, Sejarah adalah suatu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal tersusun dalam bentuk kronologi. Menurut Aristoteles, sejarah mencakup peristiwa masa lalu yang memiliki catatan,rekaman atau bukti konkrit.

2. Herodotus

Hrodotus adalah ahli sejarah pertama di dunia, bisa dibilang Heredotus adalah bapak sejarah internasional. Menurut Heredotus, sejarah adalah peristiwa di masa lampau yang bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh manusia, bukan seperti garis lurus yang bergerak ke depan.

3. Ibnu Khaldun

Beliau adalah pendiri ilmu Historiografi. Menurut Ibnu Khaldun, sejarah adalah catatan masyarakat mencakup peradaban atau hal umum yang terjadi berdasarkan sifat masyarakat tersebut.

4. Ernst Benheim

Beliau adalah sejarawan asal Jerman. Menurut Erns Benheim, sejarah adalah ilmu yang menelusuri serta menempatkan peristiwa tententu dalam waktu dan ruang mengenai perkembangan manusia sebagai makhluk sosial dalam hubungan sebab akibat.

5. Muhammad Yamin

Menurut Muhammad Yamin, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan peristiwa-peristiwa yang dapat dibuktikan secara nyata.

6. Mohammad Hatta

Menurut Mohammad Hatta, Sejarah bukan hanya sebagai peristiwa masa lalu sebagai kisah saja melainkan masalah-masalah yang timbul dari masa lalu.

7. Nugroho Notosusanto

Menurut Nugroho Notosusanto, sejarah adalah peristiwa yang menyangkut kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang telah terjadi di masa lampau.

Konsep sejarah tak sampai disini saja, dari pengertian sejarah menurut para ahli di atas, sejarah masih memiliki pengertian yang begitu luas, karena sejarah bukan hanya sebagai ilmu pengetahuan saja. Sejarah juga memiliki arti sebagai Ilmu Pengetahuan, Peristiwa, Kisah, dan Seni.

C. Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa

Peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau merupakan komponen yang sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Melalui peristiwatersebut, sejarah dapat menggambarankan tentang kehidupan manusia di masa sebelumnya.

Pengertian Sejarah sebagai peristiwa memiliki arti bahwa peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Berdasarkan kejadian di masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut.

Selain itu sejarah sebagai peristiwa dapat dijadikan dasar untuk mencari tahu sebab akibat yang terjadi pada suatu peristiwa di masa lampau.

Sejarah sebagai peristiwa berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia dari dulu sampai sekarang. bahkan Sejarah sebagai peristiwa dapat dijadikan bahan prediksi kejadian yang akan datang.

D. Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu Pengetahuan

Pengertian Sejarah sebagai ilmu merupakan pengetahuan di masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Sejarah dianggap sebagai ilmu pengetahuan sebab sejarah memiliki syarat-syarat ilmu pengetahuan. Syarat ilmu pengethuan meliputi

1. ada masalah yang menjadi objek;
2. ada metode;
3. tersusun secara sistematis;
4. menggunakan pemikiran yang rasional dan
5. kebenaran bersifat objektif.

Alasan lebih rinci mengenai sejarah dikatakan sebagai ilmu pengetahuan karena sejarah dapat memenuhi syarat ilmu dengan pembuktian :

1. Objek kajian sejarah berupa kejadian- kejadian di masa lalu yang merupakan hubungan sebab akibat;
2. Sejarah memiliki metode kajian yang menghubungkan bukti-bukti sejarah;
3. Kisah sejarah atau hasil rekam sejarah tersusun secara sistematis dan kronologis;
4. Fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional dan sistematis;
5. Fakta sejarah bersifat subjektif, karena tiap orang melihat masa lampau dengan cara yang berbeda. Kebenaran sejarah hanya milik peristiwa itu sendiri. Namun Fakta sejarah juga harus bersifat objektif karena kebenaran harus diakui oleh intersubjektivitas atau diakui oleh banyak sejarawan dan masyarakat luas.

E. Pengertian Sejarah Sebagai Kisah

Pengertian Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan penelitian para ahli yang kemudian dituangkan dalam tulisan. Penulisan yang dapat dipertanggungjawabkan harus melalui proses penafsiran yang mendekati kebenaran suatu peristiwa yang terjadi.

Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

F. Sejarah Sebagai Seni

George Macauly Travelyan adalah orang yang mencetuskan pengertian sejarah sebagai seni. Beliau menyatakan bahwa untuk menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni.

Pada abad 19, sejarawan bernama Comte, Spencer, dan Mill menyebutkan bahwa metode dan sikap ilmiah pengetahuan alam dapat dipergunakan untuk mempelajari sejarah tanpa memodifikasi isi lebih lanjut. Namun Dithley, seorang filsuf modern, membantah hal tersebut.

Dithley menyatakan bahwa sifat alami dari pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata dan terlihat, sehingga sejarah yang bersifat abstrak sehingga tidak mudah untuk menganalisisnya. Oleh karena itu, sejarah dikategorikan ke dalam ilmu pengetahuan rasa.

Dithley juga menyebutkan bahwa pemahaman kisah sejarah dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti. Sesuai dengan yang dikatakan George Macauly Travelyan, penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti.

Oleh sebab itu penulisan sejarah harus mengandung unsur seni agar dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan.

Share with your friends

Give us your opinion