Mending Milih SMA atau SMK ?

Setelah lulus SMP, Kamu diharuskan memilih 2 pilihan yaitu melanjutkan ke SLTA atau bekerja. Jika Kamu ingin merancang masa depan yang terarah, melanjutkan pendidikan ke SLTA adalah pilihan yang tepat setelah lulus SMP atau SLTP.


Tapi.. untuk melanjutkan pendidikan ke SLTA kamu juga akan dihadapkan dengan beberapa pilihan lagi yaitu memilih untuk melanjutkan ke SMA/MA/Sederajat atau SMK/SMKA/Sederajat.

Tenang sobat, disini mimin ingin menjelaskan setiap kelebihan dari pilihan-pilihan secara netral. Meskipun website ini memiliki nama ‘AnakSMA’, namun mimin akan bersikap netral dalam menjelaskan keunggulan serta kelemahan dari pendidikan SMA dan SMK.

A. Kenapa Harus Memilih SMA

Oke yang pertama akan mimin bahas terlebih dahulu adalah pendidikan SMA. Di SMA ngapain aja sih dan pelajaran yang diberikan juga apa sih. Pada artikel ini akan mimin ulas secara ringkas padat jelas kok.

SMA adalah singkatan Sekolah Menengah Atas. Pendidikan yang diberikan oleh SMA bertujuan untuk membentuk jiwa teoritis pada anak didik. Untuk mendapatkan Jawaban "Kenapa Harus Memilih SMA?" Kamu harus mengetahui seluk beluk SMA, mulai dari keunggulan sampai kekurangannya.

Keunggulan Masuk SMA

2. Mudah untuk Kuliah

Manfaat selanjutnya adalah mudah untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi atau kuliah.

Setelah lulus SLTA/Sederajat, untuk dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Kamu akan dihadapkan dengan 2 jenis Jalur, yaitu Tanpa Tes (menggunakan Nilai Rapot) dan Tes (Ujian Tulis).

Pada jalur Tanpa Tes, Anak SMA akan lebih diprioritaskan dari pada anak SMK. Berdasarkan data kelulusan SNMPTN (Program masuk perguruan tinggi tanpa tes) setiap tahunnya anak SMK yang lolos masuk ke perguruan tinggi hanya berkisar 1%-2% saja.

So, kalo Kamu memang benar-benar niat ingin kuliah, pendidikan SMA adalah pilihan terbaik yang harus Kamu pilih.

3. Biaya Pendidikan Lebih Murah

Well, Selanjutnya adalah masalah biaya sekolah. Pasalnya biaya sekolah di bangku SMA lebih rendah daripada bangku SMK.

Mengapa demikian ?

Ilmu-ilmu yang diberikan dibangku SMA hanya berupa pengetahuan teoritis saja, sedangkan SMK dominan melakukan praktikum. Dengan demikian, SMA tidak memerlukan biaya operasional untuk mengadakan magang atau latihan-latihan kerja yang membutuhkan dana lebih.

Intinya, SMA lebih diarahkan untuk mengenal ilmu-ilmu dasar dari pada melakukan praktik kerja. jadi, SMA nggak butuh yang namanya mesin jahit, bengkel, mesin mobil, dapur, dan lain-lain. Selain itu, SMA juga nggak butuh kegiatan latihan kerja.

hal ini sama dengan realitanya. Setelah lulus SMP, Mimin ambil SMA dan teman Mimin ambil SMK. Sekolah yang Kami pilih memiliki akreditas yang sama namun memiliki biaya sekolah yang berbeda. Tentu, SMA lebih murah daripada SMK.

Kekurangan Masuk SMA

1. Tak Sedikit Siswa yang Gagal

Well, jujur saja banyak siswa SMA yang gagal merancang masa depan.

Gagal disini memiliki arti melenceng dari tujuan pendidikan SMA, yang seharusnya lulus SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan Tinggi, namun Mereka gagal akibat kalah bersaing.

Kalo menurut analisis mimin sih, fenomena ini terjadi karena Mereka salah dalam memilih, baik memilih sekolah, maupun memilih program studi (setiap masuk SMA siswa harus memilih Program IPA atau IPS).

Selain itu kuota untuk masuk ke Perguruan Tinggi terbilang lebih kecil dari pada jumlah siswa SMA yang ada di Indonesia.

Oleh karnanya, Jika Kamu memilih untuk belajar di SMA, Kamu harus benar-benar serius belajar supaya tujuan kedepannya tidak rusak.

2. Materinya Susah dan Banyak

Selanjutnya, Materi yang yang diajarkan di bangku SMA itu terkesan susah dan banyak. Tapi, mungkin ini karena otak Mimin aja yang slow respon. Heheheh.

Tapi serius loh, kita diharuskan menguasai materi-materi yang kurang begitu kita butuhkan. Misalkan setelah lulus SMA Mimin mau lanjut kuliah di bidang Akutansi, Mimin harus belajar Geografi.
Mengapa demikian ?

Di akhir semester (Kelas XII semester 2), siswa akan dihadapkan dengan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional). Nah, semua pelajaran akan diujikan dalam USBN, termasuk Geografi. Selain itu, memiliki nialai USBN diatas adalah syarat untuk kelulusan.

Jadi, Mimin yang punya planning jadi seorang Akuntan harus belajar Geografi mati-matian supaya dapat lulus SMA.

3. Sulit Mendapatkan Pekerjaan Setelah Lulus SMA

Kekurangan yang ini adalah kejelasan dari kekurangan nomor 1, lulusan SMA akan sulit mendapatkan pekerjaan jika dibandingkan dengan lulusan SMK.

Well, pendidikan SMA dijalankan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Jadi, jika anak lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, Dia akan kesulitan mencari pekerjaan.

B. Kenapa Harus Memilih SMK

Well, Selanjutnya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di bangku SMK Kamu akan dihadapkan dengan pengetahuan kerja sesuai dengan bidang yang Kamu Pilih.

Misalkan, Kamu mengambil Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Kamu akan dihadapkan dengan ilmu untuk dapat memperbaiki komputer yang rusak, memperbaiki sistem jaringan yang rusak, dan lain-lain.

Well kamu akan diajarkan bagaimana cara menjadi seorang pekerja yang mahir pada suatu bidang. Meskipun begitu, Kamu harus paham dahulu keunggulan dan kekurangan jika Kamu melanjutkan pendidikan ke SMK.

Keunggulan Masuk SMK

1. Terdidik Menjadi Seorang Pekerja Profesional

Sesuai dengan ilmu-ilmu yang diajarkan, anak SMK lebih unggul dalam bekerja jika dibandingkan dengan anak SMA.

Pasalnya, pada bangku SMK siswa/siswi akan diajarkan secara detail tentang bagaimana melakukan pekerjaan pada bidang yang ditekuninya. Misalnya dalam hal memperbaiki motor, anak SMK lebih hebat jika dibandingkan dengan anak SMA.

Oleh karnanya, SMK adalah pilihan terbaik bagi Kamu jika ingin mendapat pekerjaan yang jelas dengan hanya sekolah selama 12 tahun.

2. Mudah Mencari Pekerjaan

Well, selanjutnya adalah masalah mencari pekerjaan. Anak lulusan SMK dalam mencari pekerjaan akan lebih mudah jika dibandingkan dengan Anak lulusan SMA.

Mengapa demikian? 

Seperti yang sudah Mimin jelaskan pada keunggulan nomor 1. Anak SMK dididik untuk menjadi tenaga kerja yang profesional di lapangan pekerjaan. Jadi, perusahaan/instansi akan memprioritaskan anak Lulusan SMK daripada SMA.

3. Pelajarannya Mudah

Selanjutnya adalah masalah mata pelajaran. Pelajaran yang diterima oleh anak-anak SMK lebih mudah jika dibandingkan dengan anak SMA.

Mengapa demikian?

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, bahwa pendidikan SMK lebih menekankan pada bidang yang ditekuni saja. Jadi SMK lebih menjurus pada bidang tertentu jika dibandingkan dengan SMA yang mengonsumsi ilmu dasar untuk Kuliah.

4. Peluang Untuk Gagal Kecil

Sama seperti pendidikan SMA, pendidikan SMK juga bisa gagal loh. Misalnya, Mimin lulusan SMK jurusan Teknik Mesin, Namun setelah lulus Mimin menjadi seorang Petani.

Eitss, Kamu nggak perlu takut. Pasalnya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan/instansi terbilang sangat banyak. Kamu hanya perlu pintar-pintar memilih jurusan dan belajar dengan tekun.

Banyak loh anak SMK yang pernah magang di luar negeri.

Kekurangan Masuk SMK

1. Sulit Untuk Kuliah

Well, pada bangku SMK siswa akan diajarkan untuk menjadi SDM yang siap untuk bekerja di perusahaan/instansi. Jadi untuk Kamu yang ingin kuliah, SMK bukan merupakan pilihan yang cocok.

Namun, bukan berarti anak SMK tidak bisa Kuliah. Tak sedikit anak SMK yang bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi loh. Jika Kamu ingin sekali kuliah, Kamu harus eksplorasi ilmu-ilmu tambahan supaya lolos seleksi masuk perguruan tinggi.

2. Biaya Pendidikan Lebih Mahal

Seperti yang sudah Mimin jelaskan sebelumnya, pendidikan SMK memerlukan kegiatan lapangan dan praktikum. Jadi Siswa harus mengeluarkan uang lebih untuk operasional kegiatan belajar mengajar.

Lebih Baik SMA atau SMK ? (Kesimpulan)

Well, jika Kita ringkas catatan panjang diatas dalam bentuk tabel, bisa Kita dapat data-data sebagai berikut :

Perbedaan SMA SMK
Lulusan diarahkan untuk kuliah diarahkan untuk bekerja
Biaya sekolah lebih murah lebih mahal
Materi lebih sulit lebih mudah
Kuliah lebih mudah lebih sulit
Peluang Gagal (Jadi Pengangguran Jangka Panjang) besar kecil

Saran Mimin sebaiknya Kamu bercermin terlebih dahulu untuk mengetahui jati dirimu yang sebenarnya dan kondisi sekitarmu (keluarga, dll). Apapun yang Kamu pilih, belajar dengan sungguh-sungguh adalah kunci kesuksesan.

Keberhasilan seseorang tidak sepenuhnya tergantung pada latarbelakang, melainkan kemampuan untuk menghadapi kehidupan di luar sana.Seperti Ibu Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP bisa menjadi Menteri karena kehebatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar