7 Cara Menghadapi Guru Killer ala AnakSMA.web.id

Semua Anak SMA pasti paham kan karakteristik guru killer itu bagaimana? Galak, nyeremin, pelit nilai, berprinsip “guru tak pernah salah”. Nah, mimin betul kan :D duh keinget jaman SMP-SMA.

Nilai anjlok karna guru killer? KATAKAN "TIDAK‼" Pada masalah itu. Kali ini Mimin mau sharing tips-tips untuk menghadapi si guru killer. Eh, maksudnya menghadapi bukan untuk adu fisik loh ya, tapi supaya proses belajar kita tidak terhambat karena sifat guru killer.

Sebelum mimin ulas lebih dalam, baiknya kita mengenali jenis-jenis atau tipikal guru killer terlebih dahulu. Sebab-Akibat atau latar belakang yang menyebabkan guru menjadi killer itu bermacam-macam, untuk dapat menghadapi guru killer di sekolah kita. Maka, kita harus tahu terlebih dahulu karakteristik guru tersebut.

Biasanya guru menjadi killer itu disebabkan oleh kadar emosional yang mudah berubah-ubah, istilahnya moodnya gampang hancur (sifat manusiawinya), takut dengan murid (takut direndahkan), penyakit dan masih banyak lagi yang tidak mau mimin sebutkan.

Oke, lalu apa yang seharusnya kita lakukan, agar bayangan guru killer yang sering menghantui dapat lepas? Berikut Kami bagikan tips berupa 7 cara menghadapi guru killer.

1. Mengenalinya

Seperti yang telah dijelaskan diatas tadi, mula-mula kamu harus tahu betul bagaimana sih si guru killer yang kamu maksud. Bukan berarti, kalian harus tahu makanan kesukaan, hobi, suami/istri, anak dan lain-lain. Cari tahu kenapa dia menjadi killer, kira-kira faktor apa yang menyebabkan dia menjadi Horor.

2. Komunikatif

Selanjutnya adalah perbanyak berkomunikasi dengan guru killer kamu itu, eits yang harus berjuang bukan kamu saja, ajak seluruh teman sekelas kamu untuk menjalin hubungan baik dengan si guru killer tersebut.

Namun, apabila si guru killer itu tipikal orang yang emosional. Kamu harus ekstra sopan, misalkan saja guru kamu itu marah di kelas kamu karna suatu kesalahan kecil, selang beberapa menit atau jam langsung saja minta maaf dengan beliau.

3. Solidaritas

Untuk dapat meluluhkan hati si guru killer, kamu harus melakukan dua tahap diatas bersama dengan teman-teman sekelas kamu, ingat harus solid, butuh kekompakan ekstra demi menghilangkan status ‘killer’ pada guru killer kamu. Apabila tiga tahap ini dapat dilaksanakan, besar kemungkinan guru killer kamu akan berhasil kamu lunakan. Dan apabila ada salah satu teman kamu yang memiliki masalah dengan guru killer, secara serentak bantu dia untuk menyelesaikan masalahnya (jika dia benar).

Eh, tapi bagaimana jika gagal min? Dan masa sih cuman begitu aja ?? tenang dulu, jika cara diatas gagal masih ada cara lain kok, dan cara ini juga bisa kamu coba untuk menghadapi guru killer.

4. Mencari Guru Eksternal

Jika si guru killer ini membuatmu tegang, bosan saat mengikuti pelajarannya atau mungkin menjengkelkan, karena metode belajar yang diterapkan begitu ekstrim, cari saja guru eksternal agar proses belajar kamu tidak terhambat. Guru eksternal ini dapat berupa lession private, orang tua, teman, pacar atau bahkan internet (youtube, google, dll).

5. Jangan Mencari Masalah

Yang ini? Jelas dong, kalo urusannya sama guru killer hmm jauh jauh deh. Pokoknnya jangan sampai kamu berususan dengan guru killer.

6. Jangan sampai Guru Killer Menilaimu Negatif

Nah jika tiga cara diatas (pengenalan, komunikatif, solidaritas) gagal untuk dilakukan, jangan sampai guru killer menganggap kamu murid yang negatif. Kalo sampai hal ini terjadi bahaya banget loh.

7. Curhat

Loh kok curhat? Iya curhat, tapi bukan curhat ke media sosial atau ke forum publik lainnya ya. Manfaatkan wali kelas, guru BK atau kepala sekolah sebagai tempat curhat kamu mengenai guru killer di sekolah kamu.

BTW, curhatnya jangan sendirian ya, ajak beberapa atau bahkan semua teman sekelasmu, ingat ‘bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’.

Jadi intinya untuk dapat meluluhkan hati si guru killer kamu harus menjadi makhluk yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Memang, ini merupakan suatu tantangan yang berat, terlebih jika dikelas kamu ada sistem ‘geng’ yang menyebabkan deskriminasi antar beberapa pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar